Hari Terakhir UAN

Hari ini hari yang membuatku lega. Hari terakhir penentu kelulusan dan pelajarannya kimia, pelajaran yang kusuka dan kukuasai. Aku mengerjakannya dengan ringan dan rileks. Penjaga ruang hari ini sangat hebat, belum ada 30 menit sudah hafal nama semua peserta ujian di ruanganku. Dengan mudahnya pengawas itu menegur satu persatu peserta UAN,hehehe hebat sekali bapak itu, semoga kelak aku bisa sepertinya. Bisa menghafal dengan mudah itu sangat menyenangkan sekali,hehehe
Setelah waktu habis akupun bersyukur dan merasa sangat lega dan kukumandangkan pekik Merdeka saat mau keluar ruangan,hehehe
Aku yakin bisa lulus UAN , aku yakin.

Hari ketiga UAN

Pelajaran UAN sekarang matematika, termasuk momok bagiku, karena kebanyakan soal belum kupahami benar. Rasa deg deg an sangat terasa dan kurasakan benar, tapi aku mencoba untuk menenangkan diri. Saat masuk suasana sangat menegangkan karena pengawas terlihat menyeramkan, apakah ini cuma perasaanku saja? Mulailah mengisi lembar jawaban dan dalam hati aku selalu memohon bantuan kepada Allah dan selalu meyakinkan diriku bahwa aku pasti bisa mengerjakan semuanya. Continue reading

Hari Kedua UAN

Perasaan deg degan sudah berkurang dari yang kemarin. Setelah tiba di sekolah seperti hari senin kemarin,yang kulakukan tetap. Masuknya tetap seperti kemarin, setelah berdoa dan memohon kemudahan LJUN dibagikan dan kuisi. Penjaga ruang ujian menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan, memang tidak sama seperti yang kemarin. Soalpun dibagi dan ku-cek kelengkapannya, alhamdullilah lengkap. Penjaga ruangannya semua wanita, salah satu dari mereka humoris. Jadi membuat suasana tidak tegang dan jadi santai. Continue reading

Hari pertama UAN

Mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Biologi. Masuk puluk 7.45 tapi aku sudah tiba di sekolah pukul 6.30 an. Sesampainya di sekolah aku menuju mushola dan mengambil wudlu. Setelah itu aku sholat dhuha 2 rakaat dan memohon kepada Allah untuk kemudahan dan kelancaran saat mengerjakan soal ujian.

Masuklah aku ke ruangan ujian dan duduk. Sebelum masuk aku berbaris dan bersalaman dengan pengawas ruangan untuk mencari simpati, hehehe. saat duduk aku berdoa dan memohon kemudahan kepada Allah. LJUN pun dibagikan dan alat tulis pun juga menyusul. Lembar soal yang masih tersegel rapi ditunjukkan pada peserta untuk membuktikan keamanan soal tersebut. Continue reading